Minggu, 30 April 2017

VISI DAN MISI HIDUP


Visi dan Misi adalah 2 hal yang sangat penting bagi seseorang dalam menjalankan kehidupan. Visi dan misi ini ibarat komitmen yang menentukan langkah-langkah yang akan di ambil dalam kehidupan. Visi dan misi akan membuat seseorang akan senantiasa berbenah dalam menjalani kehidupannya. Tidak adanya visi dan misi hanya akan membuat kehidupan seakan tanpa tujuan.
Hal yang pertama saya bangun untuk bisa menghadapi hari dengan semangat adalah menciptakan pikiran positif sebanyak-banyaknya dan lakukan apapun yang membuatmu maju dan berkembang. Dulu saya termasuk orang yang "Let it Flow" atau biarkan mengalir. Mengenai cita -cita sejak kecil saya mempunyai impian yang berubah-ubah. Contohnya dulu waktu di bangku sekolah saya memilih jurusan "Teknologi Hasil Pertanian" alasannya dalah saya ingin mengedukasi dan meningkatkan pendapatan para petani di desa saya dengan memproduksi hasil pertanian sesuai dengan kemajuan teknologi.

Karena keterbatasan biaya mengakibatkan saya lulus sekolah langsung terjun ke dunia kerja. Di dunia kerja saya mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saya bekerja di pabrik industri dan di sela-sela waktu saya juga belajar wira usaha. Setelah beberapa tahun akhirnya saya bisa mengenyam bangku kuliah dan memilih jurusan "Manajemen Informatika". Salah jurusan memang dari impian saya yang sebelumnya. Hingga kemudian saya sadar bahwa saya perlu merumuskan visi dan misi pribadi tersebut secara lebih jelas dan lebih spesifik lagi. Mencoba mempelajari beberapa hal dan lebih menggali lebih dalam tentang apa yang menjadi tujuan hidup saya.

Menjadi Programmer dan Enterpreneur yang berakhlak mulia dan dapat memberi konstribusi bagi kemajuan bangsa, itulah visi dan misi saya kedepan. Kenapa Programmer? karena saya harus mengeksplore kemampuan yang saya dapatkan di perguruan tinggi kepada masyarakat luas, Kenapa Enterpreneur? Karena pada dasarnya saya suka berwirausaha dan ingin menciptakan lapangan kerja baru.

Sebuah visi (cita-cita) tidak akan pernah tercapai dengan sempurna jika tidak dibarengi dengan usaha atau tindakan-tindakan nyata untuk meraihnya. Boleh jadi suatu visi tanpa kekuatan misi akan menjadi angan-angan kosong belaka. Karena itu untuk mencapai visi hidup saya, saya merumuskan misi hidup yang menjadi cara saya dalam mewujudkan tujuan-tujuan hidup saya, misi-misi tersebut adalah :

  1. Menjadi seorang pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT, ikhlas beribadah kepada Allah dan Ittiba' (mengikuti sunah rosul) dalam melaksanakan ketaatan kepada Nya.
  2. Membahagiakan orang tua dan orang-orang yang saya cintai, misi ini merupakan misi terpenting yang harus bisa saya capai. keikhlasan hati dan ridho orang tua adalah hal terpenting bagi seorang anak dalam menjalankan kehidupan.
  3. Lulus tepat waktu dengan prestasi akademik dan non akademik yang baik, harapannya adalah dengan lulus tepat waktu saya dapat mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari di perkuliahan secara langsung di masyarakat.
  4. Lebih banyak belajar, belajar tidak hanya di bangku perkuliahan saja tapi belajar agama, ilmu sosial, ilmu kemasyarakatan, dan ilmu non akademik lainnya. dengan banyak belajar akan bertambah pula wawasan yang sangat berguna di kehidupan masyarakat.
  5. Memperluas jaringan pertemanan dan memperbanyak relasi.
  6. Melanjutkan studi ke luar negri ke jenjang yang lebih tinggi.
Sekian visi dan misi hidup saya saat ini mungkin beberapa tahun kedepan bisa berubah lagi. Tidak mudah memang menjadi manusia yang sukses di dunia dan di akhirat. Semua butuh perjuangan dan pengorbanan. manusia hanya bisa berencana, tapi hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT. Semoga visi dan misi saya dapat saya pegang teguh hingga akhirnya tercapai sebagai suatu pencapaian dalam kehidupan saya. Amiiinn..

Sabtu, 29 April 2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN BANK BRI (tugas softskills 2 Terapan Komputer Perbankan)


Laporan Posisi Keuangan 2010-2011-2012 (1)


Laporan Posisi Keuangan 2010-2011-2012 (2)


Laporan Posisi Keuangan 2010-2011-2012 (3)


Laporan Posisi Keuangan 2010-2011-2012 (4)


Laporan Laba Rugi 2010-2011-2012 (1)


Laporan Laba Rugi 2010-2011-2012 (2)


Laporan Laba Rugi 2013-2014 (1)


Laporan Laba Rugi 2013-2014 (2)


Laporan Posisi Keuangan 2013-2014 (4)


Laporan Posisi Keuangan 2013-2014 (3)


Laporan Posisi Keuangan 2013-2014 (2)


Laporan Posisi Keuangan 2013-2014 (1)

Sabtu, 11 Maret 2017

TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN ( tugas softskills 1)


Tekan Kredit Macet, Perbankan Lakukan Pencadangan



Pengertian Bank


Secara etimologis, kata bank berasal dari bahasa Italia yaitu banca yang artinya bangku/ meja, yang pada waktu itu merupakan tempat para pedagang uang atau bankir dalam melakukan usahanya, yaitu kegiatan memperdagangkan uang atau menukar uang. Dari sekian banyak pengertian bank menurut para ahli dan sesuai UU Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998, Tanggal 10 november 1998 tentang perbankan, maka bank adalah badan usaha yg menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Asas, Fungsi, dan Tujuan Perbankan Indonesia

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Demokrasi ekonomi itu sendiri dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan asas yang digunakan dalam perbankan, maka tujuan perbankan Indonesia adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasilnya, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998, fungsi bank di Indonesia adalah:
a. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro. Fungsi tersebut merupakan fungsi utama bank.
b. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif.

Selasa, 04 Oktober 2016

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (TUGAS SOFTSKILLS 1)

1.   Definisi Sistem Informasi Akuntansi Menurut Referensi 3 Buku :

“ Sistem Informasi Akuntansi adalah sekumpulan sumber dana dan daya (resources), seperti orang dan peralatan yang dirancang untuk mentransformasi data keuangan dan data lainnya menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan yang sangat beragam (Bornar & Hopwood, 2010). Bila dilihat dari perspektif sejarah , Sistem Informasi Akuntansi (yang berbasis teknologi informasi) merupakan pengembangan lebih lanjut dari Sistem Akuntasi (SA) yang berbasis manual terutama untuk mengakomodasi mengintegrasikan disiplin akuntansi dengan teknologi informasi, komunikasi dan komputer yang berkembang cepat”. Penerbit : Mitra Wacana Media (“Sistem Informasi Akuntansi” karya Drs. I Cenik Ardana, M.M., Ak., CA. & Hendro Lukman, S.E., M.M., Ak., CPMA., CA., CPA (Aust).

“Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah system yang memproses data dari transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis”  Penerbit : UPP STIM  YKPN (“Sistem Informasi Akuntansi” Edisi ke empat  karya Dr.Krismiaji, M.Sc.,Ak.,CA.”)


“Sistem Informasi Akuntansi adalah penyusunan atau pembuatan sistem yang kompleks bagi kebanyakan perusahaan dengan beberapa prinsip dasar yaitu keseimbangan manfaat dan biaya, laporan yang efektif, dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masa yang akan datang dan pengendalian internal yang memadai sesuai dengan tahap analisis system, tahap perancangan system dan tahap implementasi system pada perusahaan”. Penerbit : Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, (Seri departemen akuntansi FEUI “Pengantar  Akuntansi” Edisi ke empat karya Firdaus A. Dunia).

2.    Peran Sistem Informasi Akuntansi Dalam Rantai Nilai (VALUE CHAIN)

Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tsb membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai (value chain). Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1. Inbound logistics terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2. Operasi (operations) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
3. Outbond logistics adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
4. Pemasaran dan penjualan mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5. Pelayanan (service) memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan. Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support activities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif.

Aktivitas-aktivitas pendukung tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
1. Infrastruktur perusahaan mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.
2. Sumber daya manusia melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, dan pemberian kompensasi dan keuntungan bagi pegawai.
3. Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contoh: penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan Website, dan desain produk.
4. Pembelian (purchasing) termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas utama.

3.    Pengertian E-Business Secara Garis Besar :

E-Business adalah kegiatan transaksi , jual beli , bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik/internet , dan juga perusahaan dapat berhubungan langsung dengan customernya , rekan bisnis ataupun supplier. E-business juga bisa berupa iklan , mengajak seseorang untuk membeli produk kita . tanpa E-business , E-commerce hanyalah burung tanpa sayap. Salah satu fungsi nya adalah untuk mensupport bagian dari marketing , produksi , accounting , finance dan HRM. Lebih tepatnya perusahaan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan.

4.      Model - model E-Business :

-B2C (Business to Consumers)
-B2B (Business to Business)
-Consumer To Consumer (C2C)

  •      Pengertian B2B : Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar

  •          Karakteristik B2B :

-Pertukaran informasi yang dilakukan antar pembisnis tersebut atas dasar kebutuhan & kepercayaan.
-Pertukaran Informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.
-Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.
-Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange )
-Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya

  •     Pengertian B2C : Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

  •          Karakteristik B2C :

-Informasi disebarkan secar umum.
-Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
-Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan. Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat dan siap merespon permintaan konsumen tersebut.
-Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana Konsumen berada pada sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk mengaksesnya, dan Pelaku Usaha berada pada sisi Server.

  •     Pengertian C2C : Merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

  •          Karakteristik C2C :

-Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.
-Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.
-Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

5.      Pengaruh-Pengaruh E-Business Atas Proses Bisnis


Pembeli dan Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan aktifitas pembeli dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga. Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total diseluruh dunia atas berbagai produk.
Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam aktifitas utama.
Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya.
Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks.
Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan.

6.      Faktor-Faktor yang menentukan keberhasilan E-business

E-business dan strategi organisasi. Nilai strategis untuk melakukan implementasu e-business tergantung pada tingkat sejauh mana proses tersebut dapat membantu organisasi mengimplementasikan dan mencapai strategi keseluruhan. Berikut ini merupakan factor- factor yang perlu diperhatikan dalam meraih  sukses E-bisnis:

·         -Customer Service
·        - Price
·         -Quality
·        - Fulfillment Time
·        - Agility
·         -Time to Market
·         -Market Reach

Dalam mengimplementasikan konsep E-bisnis, terlihat jelas bahwa meraih keunggulan kompetitif (competitive advantage) jauh lebih mudah dibandingkan mempertahankannya. Secara teoritis hal tersebut dapat dijelaskan karena adanya karakteristik sebagai berikut:
Pada level operasional, yang terjadi dalam E-bisnis adalah restrukturisasi dan redistribusi dari bit-bit digital (digital management), sehingga mudah sekali bagi perusahaan untuk meniru model bisnis dari perusahaan lain yang telah sukses;
Berbeda dengan bisnis konvensional dimana biasanya sebuah kantor beroperasi 8 jam sehari, di dalam E-bisnis (internet), perusahaan harus mampu melayani pelanggan selama 7 hari seminggu dan 24 jam sehari, karena jika tidak maka dengan mudah kompetitor akan mudah menyaingi perusahaan terkait;
Berjuta-juta individu (pelanggan) dapat berinteraksi dengan berjuta-juta perusahaan yang terkoneksi di internet, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk pindah-pindah perusahaan dengan biaya yang sangat murah (rendahnya switching cost);
Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerja sama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga kontrol kualitas, harga, dan kecepatan penciptaan sebuah produk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang tidak berada di dalam kontrol perusahaan; dan
Mekanisme perdagangan terbuka dan pasar bebas (serta teori perfect competition) secara tidak langsung telah terjadi di dunia internet, sehingga seluruh dampak atau dalil-dalil sehubungan dengan kondisi market semacam itu berlaku terjadi di dunia maya.

7.      Infrastruktur untuk  membangun E-bisnis

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.

Jenis-jenis Jaringan
Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN)
2. Wide Area Network (WAN)
3. Value-added Network dan
4. Internet

Software Komunikasi
Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:
·         Pengendalian akses : Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.
·         Pengelolaan jaringan : Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.
·         Pengiriman data dan file : Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.
·         Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan : Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.
·         Keamanan data : Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.

Senin, 20 Juni 2016

# FENOMENA KENAIKAN HARGA DAGING SAPI #


Di awal bulan Juni tahun ini, kembali masyarakat Indonesia di hadapkan dengan fenomena kenaikan harga berbagai macam bahan pokok di pasar tradisional. Sebenarnya kejadian ini hampir serupa dengan beberapa tahun yang lalu. Yang sedang menjadi sorotan pemberitaan adalah tentang kenaikan harga daging sapi.

Daging sapi dijual tinggi dengan harga lebih dari Rp100.000 per kilogram. Presiden pun menginstruksikan Menterinya untuk segera menurunkan harga daging sapi dikisaran Rp80.000 per kilogram tetapi belum dapat terealisasikan. Namun pedagang enggan menurunkan harga daging sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat hingga kisaran Rp 80.000 per kilogram. Harga ini diperkirakan akan naik hingga Lebaran 2016. Para pedagang mengatakan bahwa stok sapi lokal semakin terbatas, antara lain dari NTT dan Bali. Pedagang beralasan bahwa harga sapi ternak juga naik, dari Rp 13 juta menjadi Rp 15 juta per ekor sapi berbobot 100 kilogram.




Salah satu penyebab tingginya harga daging sapi tersebut adalah bertambahnya permintaan saat bulan Ramadhan. Sedangkan pasokan daging sapi lokal tidak mencukupi kebutuhan pasar dikarenakan stok sapi di Indonesia terutama kawasan DKI dianggap masih kurang sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal. Faktor lainnya adalah harga jual oval meat (jeroan) mentah saat ini terlampau murah. Komposisi daging dan jeroan dalam satu ekor sapi adalah 50:50. Naiknya harga daging merupakan upaya untuk menutup biaya produksi sapi akibat terlalu murahnya harga jeroan.

"Jadi kalau harga oval-nya naik, harga dagingnya bisa diturunin," kata Marina Ratna Dwi Kusumajati (Direktur Utama PD Dharma Jaya) saat rapat dengar pendapat dengan Komisi B di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/6/2016).

DKI hanya mendapat suplai daging sapi sekitar 3-5 persen dari total produksi di Indonesia. Karenanya DKI pun melakukan impor daging sendiri. Pemprov DKI melakukan import daging sapi sebanyak dua kontainer berisi 40 ton daging sapi beku asal Australia. Daging sapi itu nantinya akan didistribusikan ke masyarakat melalui operasi pasar (OP) di sejumlah pasar tradisional. Diharapkan dengan adanya daging impor ini harga daging di pasaran dapat stabil kembali. Lalu apakah dengan melakukan import daging merupakan langkah yang tepat?

Pemerintah menetapkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan mengamanatkan bahwa pemerintah bersama masyarakat mewujudkan ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang banyak dan tingkat pertumbuhannya yang tinggi, maka upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan merupakan tantangan yang harus mendapatkan prioritas untuk kesejahteraan bangsa. Ketahanan Pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah, maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.

Pemerintah harus terus melakukan pengembangbiakan dan menambah peternakan sapi, agar kebutuhan daging sapi lokal di Indonesia terpenuhi. Tingginya ketergantungan terhadap daging sapi impor itulah yang melatarbelakangi Pemerintah Provinsi DKI ingin memberikan penyertaan modal pemerintah (PMP) untuk PD Dharma Jaya. Sebab dana PMP akan digunakan untuk peternakan sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan cara itu ketergantungan terhadap sapi impor dapat diminimalkan.

"Makanya kita dengan NTT ingin agar sapi lokal berkembang di Indonesia. Kalau PMP jalan, kita akan running. Nanti 5-6 tahun baru terasa manfaatnya. Saat ini ditargetkan Jakarta sudah bisa memenuhi kebutuhan daging sapi dengan sapi lokal. Jadi akan mengurangi impor, dari 3 ke 30 persen itu kan sangat jauh sekali," ujar Darjamuni.

Selanjutnya untuk meningkatkan harga dari oval meat (jeroan) maka diperlukan pengolahan yang baik. Dengan berkembangnya teknologi banyak komponen pada jeroan yang memiliki nilai tambah bila dapat diolah dengan baik, seperti kepala, lidah, jantung, kulit, dan tulang. Contohnya kalau di luar (negeri), tulang itu bisa dijadikan pakan ternak. Lalu ketika harga jeroan sudah naik maka harga daging bisa diturunkan.

Dalam kasus ini sebaiknya pemerintah menghimbau agar masyarakat mengkonsumsi makanan lain jika harga daging sapi dirasa sangat mahal. Karena sumber protein bukan hanya berasal daging sapi saja, tetapi bisa dari daging ayam atau bisa juga beralih ke ikan, tempe, tahu. Bukan hanya lebih terjangkau tetapi juga lebih sehat kandungan gizinya.

Dan terakhir kita juga memerlukan pengembangan transportasi darat, laut dan udara yang sistemnya melalui pengelolaan pada peningkatan keamanan terhadap pendistribusian pangan agar merata keseluruh pelosok negeri.

Kamis, 14 Januari 2016

SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI

Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem. Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.

Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,yaitu :

· Perencanaan sistem

· Analisis sistem

· Perancangan sistem secara umum / konseptual

· Evaluasi dan seleksi sistem

· Perancangan sistem secara detail

· Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem

· Pemeliharaan / Perawatan Sistem

Ø Fase Perencanaan Sistem

1. Dalam fase perencanaan sistem :

§ Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi.

§ Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.

§ Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan sistem.

2. Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :

§ faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan digunakan, yaitu:

§ faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi, yaitu:

Ø Fase Analisis Sistem

Dalam fase ini :

· Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem;definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.

· Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.

· Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.

· Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru.

· Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.

· Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.

· Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju

Ø Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual

Arti Perancangan Sistem :

· Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem

· Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional

· Persiapan untuk rancang bangun implementasi

· Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk

· Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi

· Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan

Dalam fase ini :

§ dibentuk alternatif-alternatif perancangan konseptual untuk pandangan pemakai. Alternatif ini merupakan perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif perancangan konseptual memungkinkan manajer dan pemakai untuk memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka.

§ pada fase ini analis sistem mulai merancang proses dengan mengidentifikasikan laporan-laporan dan output yang akan dihasilkan oleh sistem yang diusulkan. Data masing-masing laporan ditentukan. Biasanya, perancang sistem membuat sketsa form atau tampilan yang mereka harapkan bila sistem telah selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada kertas atau pada tampilan komputer.

§ Jadi, perancangan sistem secara umum berarti untuk menerangkan secara luas bagaimana setiap komponen perancangan sistem tentang output, input, proses, kendali, database dan teknologi akan dirancang. Perancangan sistem ini juga menerangkan data yang akan dimasukkan, dihitung atau disimpan. Perancang sistem memilih struktur file dan alat penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk magnetik atau bahkan file-file dokumen. Prosedur-prosedur yang ditulis menjelaskan bagaimana data diproses untuk menghasilkan output.

Ø Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem

Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem.

Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.

Ø Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional

Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail.

Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.

Alat-alat perancangan sistem yang digunakan adalah :

· Spesifikasi proses untuk menjelaskan bagaimana data ditransformasikan menjadi informasi, seperti Pseudocode, Structure english, dan Tabel keputusan.

· Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO) untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program tidak termasuk dokumentasi interface antar modul.

· Diagram Warnier-Orr (W/O) untuk merepresentasikan struktur program dari gambaran umum sampai detail.

· Structure chart untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program termasuk dokumentasi interface antar modul.

· Diagram Jackson untuk merepresentasikan struktur program.

Ø Fase Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem

Pada fase ini :

· sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.

· Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru.

· laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu:

· rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau Program and Evaluation Review Technique (PERT) Chart.

· penjadwalan proyek dan teknik manajemen.

Bagian kedua adalah laporan yang menerangkan tugas penting untuk melaksanakan implementasi sistem, seperti :

· pengembangan perangkat lunak

· Persiapan lokasi peletakkan sistem

· Instalasi peralatan yang digunakan

· Pengujian Sistem

· Pelatihan untuk para pemakai sistem

· Persiapan dokumentasi


Referensi :

http://cuplis-cup.blogspot.co.id/2010/04/tahapansiklus-pengembangan-sistem.html

KEAMANAN & KONTROL SISTEM INFORMASI

PENTINGNYA KONTROL

Salah satu tujuan CBIS adalah untuk memberi dukungan kepada manajer dalam mengontrol area operasinya.

KONTROL PROSES PENGEMBANGAN
Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dpt memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana
1. Fase Perencanaan
- Mendefinisikan tujuan dan kendala
2. Fase Analisis & Disain
- Mengidentifikasi kebutuhan informasi
- Menentukan kriteria penampilan
- Menyusun disain dan standar operasi CBIS
3. Fase Implementasi
- Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
- Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan
- Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS
4. Fase Operasi & Kontrol
- Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
- Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan

KONTROL DeSAIN SISTEM
Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya. Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau
manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.

I. Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber :

 1. Permulaan Dokumentasi Sumber
- Perancangan dokumentasi
- Pemerolehan dokumentasi
- Kepastian keamanan dokumen
 2. Kewenangan
- Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
 3. Pembuatan Input Komputer
- Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input diproses
 4. Penanganan Kesalahan
- Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yg telah dikoreksi ke record entry
 5. Penyimpanan Dokumen Sumber
- Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi bagaimana dapat dikeluarkan.

II. Entri Transaksi
Entri Transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh komputer.
1. Entri Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online.
2. Verifikasi Data
 a. Key Verification (Verifikasi Pemasukan)
- Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
 b. Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)
- Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
3. Penanganan Kesalahan
- Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk pengoreksian
4. Penyeimbangan Batch
- Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi.

III. Komunikasi Data
Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan dgn baik
ii. Kontrol Pengiriman Data
iii. Kontrol Channel Komunikasi
iv. Kontrol Penerimaan Pesan
v. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan

IV. Pemrosesan Komputer
Dikaitkan dengan input data ke komputer dan dibanguun dalam program dan database
i. Penanganan Data
ii. Penanganan Kesalahan
iii. Database dan Perpustakaan Software
# Password # Direktori Pemakai
# Direktori Field # Enkripsi

V. Output Komputer
Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk jadi kepada pemakai
i. Distribusi
Kontrol pada distribusi laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang menerima output.
ii. Penyeimbangan Departemen Pemakai
Bila departemen pemakai menerima output dari komputer, maka keseluruhan kontrol dari output dibandingkan dengan total yang sama yang telah ditetapkan pada waktu pertama kali data input dibuat.
iii. Penanganan Kesalahan
Kelompok kontrol tertentu dapat ditetapkan didalam area pemakai dengan menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.
iv. Penyimpangan Record
Tujuan komponen kontrol yang terakhir ini adalah untuk memelihara keamanan yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang sia-sia.
v. Penyeimbangan Operasi Komputer
Kontrol ini memungkinkan pelayanan informasi untuk memverifikasi bahwa semua batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.

KONTROL PENGOPERASIAN SISTEM
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :
1. Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan disaster
i. Rencana Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
ii. Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
iii. Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan kopi duplikat.
iv. Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas komunikasi dan pasokan-pasokan.

MENGAMANKAN SUMBER DAYA INFORMASI
Perusahaan melakukan investasi besar dalam sumber daya informasinya. Sumber daya tersebar di seluruh organisasi dan tiap manajer bertanggungjawab atas sumber daya yang berada di areanya, membuat mereka aman dari akses yang tidak sah.
(Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen 1, Pertemuan Ke-13 Noviyanto, ST Halaman 4).

KEAMANAN SISTEM
Tujuan Keamanan Sistem (System Security)
1. Kerahasiaan
Perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berhak
2. Ketersediaan
Tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yg berwenang untuk menggunakannya terutama bagi subsistem CBIS yang berorientasi informasi SIM, DSS dan SP
3. Integritas
Semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.

ANCAMAN KEAMANAN
1. Pengungkapan tidak sah dan pencurian. Jika database dan software tersedia bagi orangorang yang tidak berwenang untuk mendapatkan aksesnya, hasilnya dapat berupa kehilangan informasi
2. Penggunaan tidak sah. Orang-orang yang biasanya tidak berhak menggunakan sumber daya perusahaan
3. Penghancuran tidak sah dan penolakan jasa Orang dapat merusak / menghancurkan hardware dan software menyebabkan terhentinya operasi komputer perusahaan
4. Modifikasi tidak sah
5. Jenis modifikasi yang sangat mencemaskan disebabkan oleh sotware yang merusak yang terdiri dari program lengkap/segmen kode yg melaksanakan fungsi yang tidak dikehendaki pemilik system.
Dasar untuk keamanan terhadap ancaman oleh oangorang yang tidak berwenang adalah pengendalian akses karena jika orang tidak berwenang ditolak aksesnya ke sumber daya informasi, perusakan tidak dapat dilakukan.

PENGENDALIAN AKSES
1. Identifikasi pemakai (User Identification)
Pemakai mula-mula mengidentifikasi diri sendiri dengan menyediakan sesuatu yang diketahuinya seperti kata sandi
2. Pembuktian keaslian pemakai (User Authentication)
Pemakai membuktikan haknya atas akses dengan menyediakan sesuatu yang menunjukkan bahwa dialah orangnya, seperti tanda tangan
3. Otorisasi pemakai (User Authorization)
User Identification dan User Authentication menggunakan profil pemakai / penjelasan mengenai pemakai yang berwenang User Authorization menggunakan file pengendalian akses yang menentukan tingkat-tingkat akses yang tersedia untuk tiap pemakai.
Suatu AUDIT LOG disimpan untuk semua kegiatan pengendalian akses seperti tanggal,
jam serta identifikasi terminal. LOG digunakan untuk menyiapkan laporan keamanan.


Referensi :

https://febrianperdana.wordpress.com/2009/12/17/keamanan-dan-kontrol-sistem-informasi/